Tentara Australia Melecehkan TNI dan Pancasila Kita. Pancasila di Plesetkan Menjadi PANCAGILA.

Tentara Australia Melecehkan TNI dan Pancasila Kita. Pancasila di Plesetkan Menjadi PANCAGILA.

26

Lagi-lagi Australia..

Penyebab keretakan yang pernah terjadi

Sudah beberapa kali hubungan kita dengan Aussie pasang surut, yang menurut saya hampir semuanya karna keculasan mereka.

Berikut beberapa kejadian yang menjadi penyebab retaknya hubungan Indonesia-Australia.

Aussie diduga menyuap para pencari suaka yang sudah memasuki perairan Australia agar kembali lagi ke perairan Indonesia. Mereka tidak mau menerima imigran-imigran tersebut dan cara paling gampang adalah menyuruh mereka putar balik menuju perairan kita sehingga Aussie bebas cuci tangan. Kabarnya mereka menembaki kapal pencari suaka itu agar mereka putar balik menjauh.

Aussie menuduh TNI curang karna menang telak dalam lomba menembak yang diadakan Australia. Mereka mungkin merasa tidak punya muka, masa lombanya di kandang mereka tapi yang menang telak malah Indonesia, “Negara lemah”.

Aussie menarik Dubesnya karna Indonesia mengeksekusi mati 2 warga Negara mereka, Myuran SUkumaran dan Andrew Chan sebagai gembong narkoba.

Aussie juga pernah melakukan perbuatan culas dengan menyadap telepon Presiden SBY kala itu. Maksud lo? Ngapain nyadap-nyadap telpon orang! Huh!

Yang terbaru adalah tentara Aussie melecehkan TNI dan Pancasila kita. Ceritanya dalam kerjasama militer ini, seorang Letnan kita ditugasi mengajar tentara Aussie di markas mereka di Perth. Dalam materi pengajaran itu, terdapat materi yang menghina masa lalu TNI kita, diantaranya:

  • Tuduhan pelanggaran HAM oleh TNI di Timor-Timur.
  • Pemimpin TNI Bapak Sarwo Edhie Wibowo yang juga ayah kandung Ibu Negara Ani Yudhoyono, dikatakan sebagai pembunuh massal.
  • Lalu ada juga materi yang mengatakan bahwa perwira TNI Indonesia yang membunuh temannya sambil mabuk. (maksud Loe?!)

Selain itu terdapat tulisan yang melecehkan Pancasila, tulisan yang ditempel di markas mereka itu, kata PANCASILA diganti menjadi PANCAGILA, dengan membuat “Lima prinsip GILA”. *Kurang ajar banget.

Belum lagi cerita seorang dosen yang bertugas mengajar di Aussie yang menemukan materi pengajaran mengenai kemerdekaan Papua. Yang berakhir dengan permintaan maaf Australia kepada Indonesia.

Karnanya sudah benar yang dilakukan Panglima TNI, Jend. Gatot Nurmantyo, menarik pulang Kopassus yang dijadwalkan berlatih bersama dan menghentikan kerjasama militer. Mereka pikir bisa seenak jidat merendahkan kita kali. Mentang –mentang disini kita lagi disibukkin sama KAFAR KAFIR KAFUR, yang gak kelar-kelar itu.

Sejak lama hubungan bilateral Indonesia dan Australia ini pasang surut.

Saya mengasumsikan bahwa mereka (Australia) menganggap Indonesia adalah sebuah Negara lemah, walaupun tanahnya besar tetapi tidak punya kekuatan berarti seperti mereka. Apalagi Australia adalah sebuah Negara Persemakmuran Inggris dan kita mengakui mereka lebih kuat dan maju dalam segala hal dibanding kita, baik ekonomi maupun kekuatan militernya.

Jadi dalam persepsi saya, Australia selalu meremehkan kita, menganggap enteng dan bahkan kini malah melecehkan kita. “Indonesia tidak akan berani melakukan apapun pada Australia, Indonesia tidak punya kekuatan besa, lihat saja bahkan peralatan militer pun Indonesia membelinya dari kita” Mungkin begitu fikir orang-orang Australia itu.

Sudah sejak lama  juga saya sebenarnya merasa “tidak perlu deh militer kita latihan bareng sama Australia” karna saya melihat Australia hanya mau memanfaatkan kita saja. Autralia toh bukan sekutu kita, bukan Hopeng yang akan saling membantu dan memberi manfaat. Saya malah khawatir dengan kerjasama militer tersebut, Aussie malah jadi tau semua jeroan kita. Sambil pura-pura latihan militer bareng mereka sambil diam-diam memetakan Indonesia, yang akan mereka gunakan pada waktunya nanti. Kan bahaya banget tuh.

Saya melihatnya Australia macem orang culas, yang cuma akan mengambil banyak manfaat dari kita tetapi malah akan menginjak kita suatu saat nanti, modusnya adalah menawarkan banyak kerjasama, pertukaran pelajar dan militer juga ekonomi.

Banyak pelajar Australia yang dikirim ke Indonesia khusus untuk belajar Bahasa Indonesia, bahkan sudah banyak sekolah di Australia yang mengajarkan pelajaran Bahasa Indonesia disana.

Tujuannya? Semakin banyak orang Aussie yang fasih ngomong Indonesia semakin mudah mereka berbaur ditengah masyarakat kita, artinya semakin gampang mengorek informasi dari rakyat kita yang norak dan kagetan, kesenengan bergaul sama bule lalu tanpa sadar bisa dikeruk informasinya demi keuntungan mereka. Ini adalah fikiran ketakutan saya saja sih..

“Kan bahasa Inggris juga diajarain diseluruh dunia? Toh mereka gak ketakutan kayak kamu?” Mungkin itu pertanyaan kalian. Kalo orang bule itu merasa dirinya hebat, lebih tinggi kastanya daripada kita, jadi mereka juga gak akan gampang kasih info apapun ke kita walaupun kita fasih cas cis cus.

Mereka type orang yang akan mikir dulu sebelum ngapa-ngapain. Beda jauh sama orang kita, yang sekali baca judul berita saja langsung deh.. Ketik amin-share-masuk surga.. tanpa mikir dulu.

Lalu lihat saja kalau orang kita disamperin bule atau diajak ngobrol atau  jalan, apalagi kalau sudah dianggap teman atau sodaraan, pada kliatan bangga gitu, norak, semua hal dikasih tau ke si bule. Apalagi orang kita itu terlalu merasa sebagai orang rendahan, kastanya dibawah mereka, jadi sekali si bule ngomong A, orang kita tergopoh-gopoh langsung mematuhi atau mempersilahkan.

Saya gak ngerti ini pengaruh dari kelamaan kita dijajah bule atau memang karakter asli bumi pertiwi yang seperti itu. Tapi sad but true, itu yang saya lihat dari karakter orang Indonesia sih..

Coba aja si Bibieb yang suka koar-koar kafar kafir kafur itu, kalau dia diundang bule secara istimewa ke restoran di Hotel bintang 5 misalnya, disediain limosin, dikasih supir yang sebelum bukain pintu buat dia hormat grak dulu,  trus pas sampe lobby hotel dibukain pintu limo nya, dikasih hormat grak lagi trus di anterin sampe ke meja restoran, di jamu ini itu sama si bule, apalagi kalau si bule bilang “ow, you are so famous even in Australia, we are have same idea about what you’re fighting for and we will support you, blablabla menyanjung-nyanjung dan mensupport..”

Yakin deh pulang dari meeting sama si bule, si Bibieb yang biasanya teriak kafar kafir kafur itu bakal bilang “ Liat noh Australia, walaupun Negara non muslim tapi temen kite, dukung gerakan kite, kagak kayak Ahok yang menista agama” *keblinger kan?

Padahal si bule-bule itu strateginya emang begitu, kita di servis, disanjung, dikasih semua yang kita butuhin, kalau kita sudah nyaman, merasa di perlakukan dengan baik, merasa diperlakukan sebagai teman dan sekutu, baru mereka bergerak secara halus hingga kita kadang tidak menyadari kalau mereka sebenarnya sedang memanfaatkan kita.

Karnanya, untuk mengatasi hal ini terjadi lagi, perintah tegas dari saya kepada FPI dan yang sealiran dengannya (siapa gue?) Hentikan mengkafirkan saudara sendiri. Mau dia kafir, makan babi, makan anjing itu bukan urusan kalian. Sekarang lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk memperkuat Negara kita agar tidak lagi direndahkan dan diremehkan Negara lain (kecuali kalian tidak merasa sebagai orang Indonesia).

Caranya? Bukan koar-koar di televisi atau demo atau kirim bom bunuh diri. Mulai sekarang upgrade isi kepala dan otak kalian dan mulailah menciptakan berbagai macam hal bermanfaat untuk kemajuan Negara kita diberbagai bidang.

Karna bila kalian meneruskan hal BODOH bolak-balik mengkafirkan orang lain, sampe lebaran kuda kita gak maju-maju, jangan bilang “Belanda masih jauh” karna bila kita tidak “bangun” juga bukan cuma Belanda atau Australia, semua Negara kuat akan menyerang kita. Memperebutkan sumber daya kita kembali seperti dulu.

 

 

 

 

Fitnahan Baru; GNPF MUI Sedang Sholat, Pendukung Ahok Setel Musik dan Joget Keras-Keras

Jelas Sudah, Ahok memang Korban Fitnah yang Keji dan di Kriminalisasi Oleh Fitsa Hats!

Panggung Istimewa FPI di SIdang Kasus Ahok

Agus-Sylvi Kebakaran Jenggot dengan Postingan Pataresia tetty?

Ucapan Terimakasih Warga Kepada Pak Ahok Atas Pembangunan di Kalijodo

Gerilya Agus-Sylvi. Analisa Indikasi Kecurangan Paslon No. Urut 1

Premannya FPI Menghadang Ahok Lagi!

Penistaan Politik Oleh Sandiaga Uno!

Jadi Gubernur, Ambisi Agus atau Peponya?

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage