Ucapan Terimakasih Warga kepada Pak Ahok, Atas Pembangunan di Kalijodo

Ucapan Terimakasih Warga kepada Pak Ahok, Atas Pembangunan di Kalijodo

1

 

Masih ingat Kalijodo? Yang dulunya serem dan menjadi salah satu legenda sebagai red light district di Jakarta? Yang keberadaannya sudah ada sejak zaman Kolonial Belanda? Yang awalnya dulu dijadikan sebagai tempat kongko Sinyo dan Noni Belanda mencari jodoh?

Itulah awal berdirinya Kalijodo, sebagai tempat muda-mudi bangsa Kolonial mencari jodoh. Sepeninggal mereka, Kalijodo berubah fungsi menjadi tempat maksiat, red light district.

Seperti tulisan saya sebelumnya mengenai perubahan Kalijodo yang bisa dibaca disini

Kalijodo kini sudah berubah 180 derajat! Dari kawasan “tempat jin buang anak” kata suami saya, sangar dan menakutkan, kini telah diubah menjadi sebuah taman nan indah dan asri, tempat semua usia boleh datang, menikmati suasana, bermain dan bercengkrama. Tidak seram lagi, tidak sangar lagi. Gratis lagi! Memang patenlah Pak Ahok ini 😀

Kok Pak Ahok?

Ya iyalah! Cuma seorang Ahok yang kafir itu yang mampu memberantas tempat maksiat, selain Kalijodo Pak Ahok juga mampu menutup 2 diskotik sarangnya peredaran narkoba, diskotik sekelas Stadium yang jaman saya kuliah dulu rame banget, naik daun, itu pun berhasil ditutup oleh Pak Ahok. Apa gak paten itu?

“Patenlah.. kan Ahok gak punya kepentingan apa-apa, gak perlu duit sogokan dari pengusaha dsikotik dia, makanya bisa ditutup” begitu kata teman saya.

Tentulah.. kalau Pak Ahok punya kepentingan, pasti sampe lebaran kuda diskotik-diskotik itu masih tetap buka gak peduli apa saja yang beredar disana. Makanya paling bagus kita itu pilih pemimpin yang gak punya kepentingan apa-apa, biar kerjanya beres dan memihak kepada rakyat.

“Kok itu si FPI kemana mereka? Gak berani nggusur Kalijodo?” Begitu tanya suami saya

Jiahh.. Laokhong, FPI mah beraninya cuma sama yang minoritas, yang kafir-kafir, kalo yang “ajeb-ajeb” mana urus mereka? Mungkin yang “ajeb-ajeb” itu justru bukan domain mereka buat ngurusin, gak ada urgensinya, makanya Kalijodo di Jakarta sama Dolly di Surabaya tetap berdiri meskipun sudah ada Rizieq dan FPI nya.

Maka banyak berterimakasih lah sama Pak Ahok dan Bu Risma, yang teruji mampu memberantas sarang penyakit masyarakat itu. Lihat saja kedua tokoh itu, Pak Ahok dan Bu Risma, mereka cool! Keren! Baik Pak Ahok dan Bu Risma keduanya bersih, dicintai warganya, hasil kerjanya terpampang nyata, keduanya pun sama-sama tukang ngomel dimuka umum, tukang “ngamuk”.

Pernah nonton youtube nya Bu Risma “ngamuk”? Ngeri Rek! merepetnya ngelebihin repetan mamak-mamak seperti saya, hehe.. Biar begitu warganya sayang kepada beliau karna Bu Risma betul-betul memperhatikan warganya. Begitu juga Pak Ahok, biar kata galak tukang marah-marah kalau di youtube, Pak Ahok dicintai warganya. Keduanya juga orang yang bersih dan berintegritas tinggi.

Bedanya cuma satu, Pak Ahok double minority dan Bu Risma tidak, makanya banyak yang berhasrat mau menggusur Pak Ahok. Lucu nian yah negri kita tercinta ini, disaat orang baik mau beneran kerja untuk melayani malah didiskriminasi. Maunya malah pemimpin yang minta dilayani. Situ waras??

Padahal seharusnya haram memiliki pemimpin yang seiman tetapi maling. Kalau saya sih gak peduli pemimpinnya Alien sekalipun yang penting kerjanya beres. Peduli setan dia berasal darimana. Toh yang kita harapkan kan hasil kerjanya. Memang beda sih ya cara berfikir orang WARAS dan yang titik-titik.. Kalau saya mah waras.. makanya merasa lucu melihat banyak kontradiksi yang terjadi.

Well balik lagi mengenai pembangunan Taman Kalijodo..

Keren loh Seworders, taman terbuka, bersih, terdapat jogging track tempat kalian bisa jogging pagi atau sore, ada tempat buat main Sepeda BMX, main Skateboard, anak-anak bisa bebas berlarian, ada perpustakaan atau taman baca anak, kabarnya nanti bakal dibuka juga stand-stand penjual makanan dan minuman, keren yah? Datanglah kesana sekali-kali, karna Taman itu sudah jadi dan bisa digunakan.

Sejak kapan Jakarta punya taman kayak begini? Macem diluar negri? Sejak Ahok jadi Gubernurnya!

Lihat saja tuh apresiasi warga kepada Pak Ahok, mereka berterimakasih karna sudah dibangunkan “X-Jodo Bike & Skatepark”. Ucapan itu tanda terimakasih yang tulus dari warga kepada Sang Gubernur, mereka senang, mereka bangga.

“Suk Ahok, stay strong yah, wargamu tulus mencintaimu sebagai Gubernurnya, keep spirit and keep on the right track”

Padahal dulu waktu Ahok mau menggusur Kalijodo, beuhhh.. rame banget! Bukan rame pada mendukung, tapi rame pada protes karna Kalijodo mau digusur. Aneh banget kan pemikiran orang-orang itu?  Mereka meng under estimate Ahok tidak akan berani, Ahok tidak akan mampu menggusur Kalijodo. “Karna Kalijodo sudah ada dari jaman Kolonial Belanda”, begitu kata para komentator di televisi waktu itu.

Right now, see.. Kalijodo berhasil ber metamorfosis dari si Bebek Buruk Rupa menjadi Angsa yang Cantik. Semuanya berkat tangan dingin dan pendirian teguh si Gubernur minority itu.

Lalu mengapa kalian masih memandang beliau sebagai minority? Bukannya beliau seorang Indonesia dan Nasionalis tulen?

Pepatah mengatakan “Jangan kau tanya apa yang sudah negara berikan kepadamu, tanyakanlah apa yang sudah kau berikan untuk negaramu?”

Ahok sudah memberi banyak; Pemikiran, Keteguhan Hati, Keberanian, Waktu, Kerja Keras. Masihkah beliau dianggap sebagai minoritas? Berfikir waraslah dan mulai tinggalkan pemikiran primitif mengenai konteks minoritas dan mayoritas, karna kita satu Indonesia.

 

 

Gerilya Agus-Sylvi. Analisa Indikasi Kecurangan Paslon No Urut 1

Simpatisan FPI Belagak Preman Menghadang Ahok

Penistaan Politik Oleh Sandiaga Uno

Jadi Gubernur, Ambisi Si Agus atau Peponya?

Rizieq di Laporkan Polisi, Polisi Tidak Punya Nyali?

Teroris, Kalian Manusia Tidak Berguna!

Semua Gara-Gara Ahok!

Sumarsono, Menikmati Menjadi “Gubernur”

Sumarsono, Plt “RASA” Gubernur

Posisi MUI & FPI

 

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage