212, HT Dibela, Apa Ada Aksi Bela DP Rp.0?

212, HT Dibela, Apa Ada Aksi Bela DP Rp.0?

8

source: internet

Semerbak harum fulus telah membuat anggota yang bergabung dalam kelompok 212 terpecah belah, karena mulai terlihat arah mana sebenarnya yang diperjuangkan kelompok 212 ini, mereka yang lugu dan benar-benar berjuang menjadi kecewa karena ternyata apa yang diperjuangkan sekarang sudah lain dari yang digaung-gaungkan oleh para pentolan 212 dahulu kala saat mereka masih berjaya. Ya mungkin karena gak ada pekerjaan tetap mereka mau tidak mau ya harus cari obyekan dong. Salah satunya dapat obyekan dari taipan media nasional. Itulho yang katanya dikriminalisasi.

Lho dia kan kopar-kapir , sipit lagi, gak sesuai dong dengan kostum yang diapai 212, heheheh bisa diatur, kan “Money Talk”, gampang itu  biar diotak atik dulu sebentar, kalau H jadi Haji, hah beres kan, T nya gimana, ahh gampang jadi Tubruk aja. Ok jadinya Haji Tubruk, bereskan.

Terus apa dong yang akan di bela, maksudnya tema demonya apa, dia kan bukan ulama, mau judul apalagi dong?, Mungkin saja mereka mengontak teman mereka si Piet hitam di Komnas HAM dulu. Maaf duit pulsa tadi udah dikasihkan?

Bisa jadi setelah berembug maka disepakati pakai saja kriminalisasi warga negara, hehehe bereskan, yoi, sudahlah siapkan pasukan untuk bergerak. Baik pak Bos 212 ,kita bergerak kemana?

Ke Komnas HAM saja, kan ada kawan disana. Ya sudah tidak terlalu mencolok harus ada isu lain, misalnya dibuat saja aksi bela ulama plus-plus.

Jangan bingung  sodara, ya begitulah yang namanya kehidupan, semua ada harganya, yang penting tujuan utama si mantan Gubernur kopar-kapir sudah dipenjara, masalahnya merekakan perlu makan terus gimana dong. Ya maaflah kalau anda semua merasa dimanfaatkan, makanya mikir dong.

Daster putih kostum merekakan perlu dicuci biar putih cemerlang, dan masih banyak anggota yang belum berjenggot, ya harus dibelikan obat jenggotnya. Memangnya gampang memanajemen anggota “7 juta” manusia ?,

Ya sudah berhubung boss media ini banyak membantu mereka (baca ngasih fulus banyak), maka bagi mereka wajib hukumnya membela dia. Ya nanti mereka aturlah ayat-ayatnya, asal harganya sesuai.

Jadi mohon maaflah buat warga yang kecewa dengan kelompok 212, karena pada akhirnya ketahuan apa yang mereka perjuangkan sebenarnya ya fulus tak lebih dan tak kurang, salah sendiri anda-anda Ndeso, tidak berpikir jernih, tapi berkat saudara-saudara semua tujuan utama untuk menghilangkan si mantan Gubernur yang jujur dan lurus itu sudah tercapai. Dan proyek sudah bisa di close.  Masalahnya si boss yang  lagi negerii Arab tuh gak pulang-pulang sementara dapur harus ngebul.

Kalau kita melihat kelakuan kelompok 212 ini rasanya tidak mungkin ada aksi bela Dp Rp. 0,-, karena menurut kisah nyata program Dp. 0 ini hanya untuk rakyat miskin thus rakyat miskin ya gak punya fuluslah, jadi tidak termasuk kaum yang harus dibela. Salah sendiri percaya sama janji yang gak mungkin dan mengada-ada ini. Orang Gub sama Cawagub terpilihnya saja beda pendapat, ya jangan harap bisa sinkronlah. Maklum aja siapa yang modal mulut dan siapa yang modal uang kan sudah jelas, jadi siapa yang mengatur siapa kita-kita sudah tahulah.

Kembali ke kelompok 212 ini, ya memang sudah harus berdiri sendiri, karena rekan seperjuangannya  sudah ada yang merapat ke bumi bulat dan yang satunya masih agak samar-samar kehilangan sinyal karena pemimpinnya kabur, meninggalkan 7 juta kenangan manis yang tak terlupakan. Ya atas nasehat Sengkuni dan partners, konsultan penyedia jasa nyinyir khusus untuk pemerintah (baca Presiden terpilih) mereka harus mencari proyek sendiri.

Tidak sulit bagi masyarakat dewasa untuk menilai karakter seperti apa manusia-manusia didalam kelompok 212 ini, mereka para opportunis yang menganggap hidup ini hanya untuk perut semata, tidak mempunyai peduli bagaimana cara memperolehnya. Sudah terbaca bagaimana kedok yang mereka pakai hanya digunakan untuk kepentingan politik praktis saja.

Rasanya tepat sekali kelompok-kelompok semacam ini dibubarkan saja, karena hanya mencari uang dan sensasi saja, mengadu domba rakyat, dan membuat kisruh negara saja. Tidak ada yang bermanfaat yang mereka lakukan.

Demokrasi yang kebablasan ini membuat kaum opportunis, individu yang ingin terkenal, membuat panggung dimana-mana. Makanya perlu dibuat aturan, tidak ada demokrasi yang tidak mempunyai aturan dimanapun diseluru dunia. Bahkan seandainya adapun konsep Kilafah mempunyai aturan yang sangat banyak.

 

#dukungPerppuOrmas

Share.

About Author

Animus hominis semper appetit agere aliquid. (Jiwa yang selalu ingin melakukan sesuatu)

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage