Ahok adalah Seorang Laki-Laki yang Penuh Kasih Sayang Keibuan

Ahok adalah Seorang Laki-Laki yang Penuh Kasih Sayang Keibuan

15

Jakarta adalah ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau disebut dengan ibukota, maka saya berasumsi bahwa Jakarta menjadi ibu dari semua kota. Sebagai ibu dari semua kota, Jakarta memiliki peran vital bagi Indonesia.

Pada masanya ibu kota negeri ini mengalami nasib yang tragis, pilu dan penuh kesedihan.

Tangisan pilu ibu kota karena rusaknya birokrasi. Birokrasi menjadi rusak karena para birokrat tidak hadir sebagai pelayan rakyat. Sebaliknya rakyat dipaksa melayani birokrat. Karena itu mentalitas korup membelenggu kehidupan bersama.

Jeritan ibu kota sangat keras karena kemacetan, permukiman kumuh, banjir, tak terbendungnya urbanisasi dari daerah ke ibu kota, transportasi semrawut dan tak tertata, intoleransi, hilangnya penghargaan pada kemanusiaan dan berbagai persoalan lain yang menumpuk ada di Jakarta. Dampaknya adalah Jakarta tidak lagi menjadi tempat yang ramah bagi masyarakatnya.

Masalah-masalah itu harus diuraikan dan diselesaikan.

Ahok hadir menjadi seorang yang berjuang dengan sekuat tenaga, bahkan dengan seluruh hidupnya demi terlahirnya Jakarta baru, Jakarta yang ramah bagi setiap orang yang hidup di sini.

Ia menjadi seorang ibu demi lahirnya Jakarta baru.

Untuk melahirkan Jakarta baru, ia berjuang dengan susah payah. Segala proses “persalinan” dijalani penuh dengan kesakitan bahkan nyawanya sendiri menjadi taruhannya.

Seworders pasti ingat bagaimana Ahok berjuang hingga mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan Jakarta yang bersih. Ia berjuang demi menyelamatkan 12, 1 triliun uang rakyat yang hendak dikorupsi DPRD pada penyusunan APBD 2016.

Untuk melahirkan mentalitas birokrat yang melayani rakyat, Ahok harus “bertarung” melawan birokrat-birokrat “korup” yang menggerogoti “kesehatan” Ibu kota. Birokrasi sehat yang hendak dilahirkan Ahok ternyata mengancam jiwanya. DPP PDI Perjuangan mensinyalir bahwa oleh para birokratlah, Ahok kalah di Pilkada DKI. Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan, “Birokrat yang saya temui mengatakan ‘haduh, kalau Ahok menang lagi, penderitaan kami semakin panjang, enggak bisa main-main anggaran”.

Demi melahirkan perekonomian yang berpihak pada rakyat, Ahok berjuang keras melawan virus-virus dari pengusaha hitam. Karena pengusaha hitam itu Ahok kerap dibully dan difitnah. Ia yang berjuang melawan pengusaha hitam justru dituduh sebagai pihak yang dibekingi oleh pengusaha-pengusaha hitam itu. fitnah-fitnah itu sangat memilukan hati sebab sulit untuk diluruskan.  Kembali Hendrawan Supratikno mengatakan “Pengusaha yang saya temui ‘apa sih untungnya Ahok sebagai gubernur. Pajak dinaikkan. Beberapa orang lainnya, ‘duh nanti kami kemaraunya lebih panjang lagi’,”

Untuk melahirkan Jakarta yang cerdas, humanis, berkemajuan Ahok menciptakan berbagai layanan yang hebat. Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak, mengubah Kalijodo dari lokalisasi prostitusi menjadi lokasi tujuan wisata merupakan kelahiran Jakarta yang lebih baik.

Semua perjuangan Ahok sebenarnya adalah untuk melahirkan kehidupan ibu kota agar menjadi wilayah yang ramah bagi semua orang. Pembangunan fisik, mental, sosial, kemanusiaan dilakukan dengan hati dan cinta.

Ia adalah seorang laki-laki, maskulin, kerap dituduh bertutur kata kasar. Namun cermatilah dengan hati. Dalam diri Ahok yang laki-laki itu, ada jiwa dan sifat penuh kasih sayang keibuan.

Sifat kasih sayang keibuan adalah perilaku penuh cinta kasih, welas asih, berkorban, sabar, menata, membaharui. Sifat ini bisa ada dalam diri perempuan atau laki-laki yang peduli penuh kasih ‘keibuan’. Sifat ini dibutuhkan untuk memperbaiki kehidupan, termasuk memperbaiki kondisi ibukota yang keras dan tidak ramah pada warganya.

Sebagai seorang laki-laki yang penuh kasih sayang keibuan, Ahok sudah berjuang melahirkan kebaikan-kebaikan, namun sayang perjuangannya itu harus berakhir. Ia seperti seorang ibu yang tidak tertolong nyawanya saat berjuang untuk melahirkan seorang anak.

Meski ke depan tidak lagi menjadi Gubernur DKI, namanya tetap dikenang. Kekalahan Ahok di mata banyak orang seperti hadirnya kekelaman dan kegelapan.

Namun percayalah pepatah yang dibuat oleh ibu Kartini, “Habis gelap terbitlah terang”.

Terima kasih buat Ahok yang mengajarkan jiwa penuh kasih sayang keibuan. Terima kasih komitmenmu dan cintamu bagi Ibu Pertiwi.

Maka di hari Kartini ini saya mengajak seworders menyanyi:

Kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati

Air matamu berlinang mas intanmu terkenang

Hutan gunung sawah lautan simpanan kekayaan

Kini ibu sedang susah merintih dan berdoa

 

Kulihat ibu pertiwi kami datang berbakti

Lihatlah putra-putrimu menggembirakan ibu

Ibu kami tetap cinta putramu yang setia

Menjaga harta pusaka untuk nusa dan bangsa

 

Selamat hari Kartini buat Ahok dan buat semua Seworders.

 

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2017/04/21/08003991/politisi.pdi-p.banyak.faktor.ahok.kalah.salah.satunya.keluhan.birokrat

Share.

About Author

Peziarah hidup

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage