Happy Sunday (1) : Hari Ahad dan Internet Freeday

Happy Sunday (1) : Hari Ahad dan Internet Freeday

0

Sekarang kita berada dalam puasa, lebih tepatnya tanggal 23 Ramadhan. Tak terasa ya, persaan kita baru puasa kemarin, eh sekarang sudah hampir selesai puasa, dan lebaran akan datang. harapan saya adalah semoga puasa kita di bulan Ramadhan tahun ini diterima oleh Allah dan semua dosa-dosa kita diampuni oleh-Nya. Aamiin …

***

Hari ini saya memutuskan untuk membuat rubrik yang haraan syaa pribadi saya mampu menulis secara komitmen lebih dalam hari Ahad. Ya, setiap hari Ahad. Saya lebih suka menyebut hari Ahad ketimbang Minggu. Jika kalian bertanya mengapa saya lebih suka bilang hari Ahad daripada Minggu, mungkin saya akan jawab sesuai dalil yang saya miliki dengan alasan yang logis ala dosen di kampus saat kuliah, Wkwkwkwk…

Pertama, saya lebih suka menyebut hari Ahad daripada Minggu karena Ahad adalah kata yang berasal dari bahasa Arab. Dan bahasa Arab adalah bahasa penghuni Surga. Dan saat kita menggunakan bahasa Arab saya harap kita bisa masuk surga. Walaupun kita hanya tahu bahwa hari Ahad adalah berasal dari bahasa Arab, wkwkwkwkwk

Kedua, saya lebih menyintai Ahad karena Ahad adalah hari milik bangsa Indonesia sebelum dijajah oleh portugis dan belanda. Jika kita membaca sejarah atau cerita asal-usul hari Minggu tentu kita akan menjumpai bahwasanya hari Minggu bukanlah hari kita melainkan hari warisan dari penjajah, yaitu kalau tidak salah warisan portugis.

Saya merasa kedua argumen diatas itu sudah cukup untuk meyakinkan kebanyakan kita yang belum mengetahui asal usul hari Minggu dan perlunya mengembalikan penyebutan hari Ahad. Dan kalau perlu pak Jokowi mengkampanyekan hari Ahad ketimbang hari Minggu, wkwkwkwkwk

Kembali pada tema yang saya usung dalam awal tulisan saya. Saya mau membahas tentang hari Ahad dan Internet Freeday.  Saat saya menyampaikan kemauan gagasan saya kepada teman, maka teman saya merasa bahwa saya adalah orang yang aneh. Mengapa untuk melakukan sesuatu harus ada sesuatu yang aneh. Dan saya pun masih tenang-tenang saja, karena ini adalah gagasan bagi hidupku, wkwkwkwk...

Ada teman saya yang lain yang langsung bingung tentang apa maksud “Internet Freeday”? berhubung tean ini tidak suka istilah inggris maka saya jawab saja dengan nada bercanda. Saya jawab, “Internet Freeday adalah sejenis makanan semacam hamburger, ahahahaha,”. Ia tertawa mendengar jawaban saya karena ia tahu bahwa sedang bercanda saat menjawab pertanyaan yang saya ajukan padanya.

Sebenarnya, tulisan– lebih tepatnya catatan– ini yang berjudul Internet Freeday yang menjadi tema tulisan saya Happy Sunday adalah sebagai wadah untuk saya untuk mengabadikan momen atau peristiwa yang terjadi maupun yang saya alami untuk saya tulis. Atau juga bisa jadi Happy Sunday adalah waktu saya untuk memprioritaskan diri untuk tetap menulis, apapun keadaan saya.

Saya menulis catatan ini karena merasa terinspirasi oleh catatan ringan Azrul Ananda di Jawa Pos  setiap hari Rabu dengan nama Happy Wednesday. Jika kita membaca catatan Azrul Ananda sebagai Direktur Utama Jawa Pos, maka kita akan jumpai bahwa tulisannya itu biasa-biasa saja. Atau lebih tepatnya tempat curhat dari Azrul Ananda, wkwkwkwkwk

Saya sendiri merasa catatan Azrul Ananda adalah tentang sebagai persuasif–secaratidak langsung–untuk para pembaca agar selalu menulis cerita harian . toh dengan menulis cerita harian atau menulis ada banyak manfaat yang yang bakal kita peroleh apabila kita membiasakan menulis. Salah satunya adalah meraih kemerdekaan atas perasaan yang sedang bergejolak dalam hati dan kepala. Atau juga dengan menulis kita bisa mengikat Ilmu pengetahuan dan Ilmu yang kita miliki tidak akan lari. Jika tidak percaya, silahkan browsing saja di Internet, wkwkwkwkwk

Dalam tulisan yang berjudul “Hari Ahad dan Internet Freeday” adalah untuk mendokumentasikan diri saya yang mencoba untuk tidak berhubungan di hari ini saja, sebagai ekspremien. Di hari ini saya memilih untuk melakukan Istirahat dari rutinitas selama sepekan dan mengevaluasi terhadap atas apa yang sudah saya lakukan selama sepekan.

Ternyata, oh ternyata hal itu adalah sebuah kebenaran. Saat saya rehat sejenak dari rutinitas saya bisa memperbaiki kualitas diri saya sendiri terutama urusan menulis. Dan ternyata saat kita memutuskan untuk menghidupkan “hari khusus” tanpa internet atau Internet Freeday saya bisan meluangkan waktu saya untuk banyak hal yang bermanfaat lainnya ketimbang terjebak dalam ketidakpastian browsing di Internet,wkwkwkwk..

Dengan Internet Freeday di hari Ahad kita bisa membaca alQuran, membantu orang tua, mencucikan pakaian orang tua, dan aktifitas yang bermanfaat lainnya. Terakhir, sebelum saya akhiri tulisan ini semoga kita bisa mempunyai waktu khusus untuk meninggalkan jebakan Internet yang tiada habisnya menjebak dan menguras waktu kita.

Main internet harus ada waktunya. Internet bukanlah segalanya. Yang segalanya adalah milik Tuhan yang Maha Esa. Jika kita taat pada-Nya maka Tuhan yang Maha Kuasa akan menyuruh segala sesuatu untuk taat pada kita.

Kudus, 18-Jun-2017.

Share.

About Author

Insan yang menggandrungi pengetahuan. Menulis untuk menjadi pribadi yang bersyukur dan bahagia.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage