Ismi Wahidah: Wanita Yang Melahirkan Normal Lebih Hebat Dibanding Ibu Yang Melahirkan Secara Caesar. Memangnya Gua Harus Bilang Wow! Gitu??

Ismi Wahidah: Wanita Yang Melahirkan Normal Lebih Hebat Dibanding Ibu Yang Melahirkan Secara Caesar. Memangnya Gua Harus Bilang Wow! Gitu??

22

Membaca postingan ibumud alias ibu muda Ismi Wahidah di laman facebooknya yang mengatakan bahwa perempuan yang melahirkan secara normal adalah perempuan yang lebih hebat sementara-ibu yang melahirkan secara caesar itu tidak hebat, membuat naluri keibuan saya tersentak. Bagaimana tidak tersentak, karena saya lahirin dua anak saya secara caesar dikarenakan kondisi saya tidak mengijinkan untuk melahirkan secara normal.

Ini tulisan akun Ismi yang diposting kembali di instagram.com/neng-jepret yang kemudian menjadi viral dan mendapat banyak tanggapan netizen yang kebanyakan para ibu yang menjadi marah karena status tersebut melecehkan ibu-ibu yang lahiran secara caesar, termasuk saya juga! (Sumber)

Seharusnya Ibu Ismi memiliki empati juga buat Ibu yang harus melahirkan secara caesar, bagaimana coba dengan bu-ibu  yang tidak dapat melahirkan baik secara normal maupun secara caesar. Bisa-bisa dia sangat melecehkan mereka lagi. Lagipula ibu mana sih yang bisa mematok dirinya bahwa ia nantinya harus melahirkan secara normal? karena terkadang hal-hal yang tak pernah dibayangkan pun dapat saja terjadi.

Berikut saya akan bercerita bahwa proses melahirkan secara caesar atau dalam dunia kedokteran sering disebut SC sectio caesar bukanlah hal yang bisa diremehkan begitu saja.

Kelahiran anak pertama saya seorang putri ternyata harus melalui proses kelahiran dengan cara caesar. Beberapa bulan setelah menikah, saya merasakan ada sedikit benjolan di perut saya dan kadang-kadang terasa agak nyeri. Keluhan ini kami sampaikan ke dokter umum. Setelah memeriksa, ternyata dokter menyarankan kami ke dokter kandungan untuk USG, karena usia kehamilan saya waktu itu menurut perhitungan setelah akhir menstruasi diperkirakan 1 bulan. Namun karena perut agak membesar dokter mengira usia kehamilan saya sekitar 3 bulan, jadi untuk memastikannya kami diminta ke dokter kandungan.

Hasil USG kemudian diketahui bahwa ternyata benjolan tadi merupakan kista/mioma atau mioma uteri yaitu semacam tumor yang tumbuh di dinding rahim, namun tumor ini merupakan tumor jinak, tetapi harus diangkat. Dokter menyarankan supaya saya tetap menjaga janin saya karena tumor baru akan diangkat saat proses melahirkan nanti.

Sejak itu  saya sangat berhati-hati menjaga calon buah hati saya, asupan gizinya saya perhatikan betul, meskipun kehidupan saya dan suami tidaklah berlebihan, namun kami selalu merasa cukup dengan rejeki yang diberikan Tuhan. Secara rutin saya memeriksakan kandungan saya ke dokter kandungan dan dokter menyatakan bahwa kondisi jabang bayi baik-baik saja, meskipun mioma sepertinya bertambah besar. Usia kehamilan 7 bulan posisi bayi saya ternyata sungsang, oleh orang tua saya diminta untuk ke tukang pijat khusus ibu hamil untuk bisa mengembalikan posisi bayi saya agar nantinya saya bisa melahirkan secara normal.

Olah raga jalan kaki juga saya lakukan, ini supaya proses melahirkan dapat dengan mudah dilakukan. Pijatan untuk mengembalikan posisi bayi saya dapat berjalan dengan baik, namun ketika usia kehamilan 8 bulan posisi bayi saya kembali sungsang hehehe…ternyata ini babynya bandel juga, padahal saya sudah berusaha keras supaya posisinya bagus sehingga saya dapat melahirkan secara normal.

Sampai tiba waktunya melahirkan, kira-kira subuh air ketuban saya meletus, waktu itu saya kaget tidak tau bahwa itu air ketuban yang pecah. Saya hanya merasakan air merembes keluar dengan derasnya. Suami saya langsung memanggil bidan, namun rupanya bidan tidak mau mengambil resiko karena posisi bayi saya sungsang sehingga ia menyarankan agar kami ke rumah sakit umum.

Sesampai di rumah sakit umum, dokter menyarankan agar saya menjalani operasi caesar di samping karena posisi bayi saya sungsang serta harus dilakukan pengangkatan mioma. Apalah daya, inginnya hati dapat melahirkan secara normal, tapi kondisi bayi yang sungsang serta adanya mioma menyebabkan saya harus melahirkan secara caesar. Ini bukan hal yang mudah untuk diterima, tapi bayi saya lebih berharga dari segalanya, saya rela dibedah perut saya asal putri saya dapat lahir ke dunia.

Ini bukan perjuangan yang mudah, setelah operasi saya juga harus menahan sakit juga nyeri bekas operasi. Namun kebahagiaan akan kehadiran seorang putri cantik di tengah-tengah kami adalah suatu kebahagiaan yang sangat besar, mengalahkan rasa sakit yang harus saya tanggung. Operasi caesar yang saya jalani berlangsung selama 4 jam, mengeluarkan bayi saya dulu baru setelahnya operasi pengangkatan mioma Puji Tuhan, putri saya telah lahir ke dunia dan saat ini ia telah bertumbuh menjadi gadis remaja.

Kita tak kan pernah tau apa yang terjadi di depan sana, namun satu hal yang pasti bahwa semuanya ada dalam rencana Tuhan. Kita hanya harus menjalaninya. Mungkin apa yang saya alami berbeda dengan apa yang dialami oleh ibu-ibu lainnya, namun semua proses melahirkan adalah mulia adanya.

Jadi, sebetulnya bu Ismi, bukan pada soal hebatnya karena dapat melahirkan dengan normal, tapi  bagaimana tanggung jawab ke depannya serta kesiapan untuk mendidiknya sesuai dengan norma agama yang diyakini serta selalu siap mengarahkannya untuk hal-hal yang baik agar dia bertumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berakhlak mulia.

Saya sih lebih menunjukkan penghargaan bagi para ibu yang dapat mendidik anak-anaknya menjadi orang yang berhasil, sukses tetapi juga dibarengi dengan memiliki budi pekerti yang luhur. Itu baru namanya ibu yang hebat.

Kalau hanya melahirkan secara normal terus mengatakan diri lebih hebat dibanding ibu yang melahirkan lewat caesar, memangnya gua harus bilang wow, gitu??

Putra kedua saya juga harus dihadirkan di dunia ini secara caesar, tapi suami saya tidak pernah menganggap bahwa saya wanita yang tidak normal. Dia tetap menghargai saya sebagai ibu yang telah melahirkan anak-anaknya ke dunia ini.

Semoga ibu-ibu lainnya tidak ikut-ikutan ibu Ismi ini, untuk memberi cap bahwa ibu yang melahirkan secara caesar adalah ibu yang tidak hebat. Buat ibu-ibu yang melahirkan secara caesar, percayalah anda juga ibu yang hebat.. seperti saya hehehe…

Saya persembahkan tulisan ini secara khusus untuk Ibu-ibu yang telah berjuang untuk menjadi perantara sebuah kehidupan.

“Jangan pernah merasa diri kita lebih hebat, karena apa yang kita miliki hanyalah sementara. Kekuasaan, Kecantikan, Kepandaian semuanya adalah karunia Tuhan, yang harus kita gunakan untuk kebaikan. Setiap saat Ia dapat mengambilnya dari kita. Hanya Dia Allah yang Hebat, yang telah memampukan kita semua untuk menjadi seorang ibu perantara sebuah kehidupan. Terpujilah namaNya, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Salam kura-kura caesar

Mau baca artikel saya yang lain di sini ya

Share.

About Author

Hanya sebuah Pencil di tangan Sang Pencipta. Yang ingin menuliskan apa yang Dia minta lewat perenungan dan bacaan dan membagikannya kepada semua orang yang ingin membacanya.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage