Merajut Tenun Kebangsa(t)an Menuai Persekusi, Membakar Manusia, Aksi Bullying dan Patung Phobia

Merajut Tenun Kebangsa(t)an Menuai Persekusi, Membakar Manusia, Aksi Bullying dan Patung Phobia

7

sumber:internet

Sampai detik ini saya belum bisa terima dan belum bisa mengerti bahwa ada seseorang yang bangga dan senang meraih jabatannya walapun diperolehnya dengan cara-cara kotor.

Dari kecil saya dididik oleh orangtua saya untuk jujur dan berjuang dengan cara ksatria untuk memperoleh sesuatu. Ksatria adalah orang yang berjuang sampai titik darah penghabisan dengan cara-cara yang ksatria pula.  Kemenangan seorang ksatria diraih dengan kejujuran  dan tidak diraih dengan cara-cara licik dan tipu daya.  Seorang ksatria belum tentu juga bisa menjadi seorang pemimpin atau leader. Seorang pemimpin bisa muncul karena situasi atau keadaan yang membuat jiwa kepemimpinannya muncul, seorang pemimpin yang lahir dari keadaan atau situasi yang sulit inilah yang biasanya menjadi pemimpin sejati. Soekarno atau bung Karno sang Proklamator, dia muncul disaat Indonesia bahkan belum ada, disaat bangsa ini mengalami keadaan yang paling sulit Soekarno muncul dan memimpin bangsa Indonesia menuju kemerdekaannya.

Seorang pemimpin akan selalu menghadapi pilihan-pilihan selama perjuangannya, seperti Basuki Tjahaja Purnama yang memilih menjadi seorang yang dibenci oleh para politikus busuk dan koruptor karena dia ingin membangun Ibukota menjadi yang lebih baik lagi dan menjadi sama dengan Ibukota negara maju lainnya, dan itu hanya beberapa langkah lagi saja, kalau seandainya dia tidak dibully oleh manusia-manusia busuk itu.

Apakah seorang pemimpin harus merangkul semuanya?  Pernah dengar tenun kebangsaan yang didengungkan oleh seorang kontestan Pilkada DKI. Jargon yang saya plesetkan menjadi tenun kebangsatan, mohon maaf, agak ironis memang tenun kebangsaan ini menjadi tenun kebangsatan karena proses dari Pilkada ini dimata saya luarbiasa buruk dampaknya bagi masyarakat dan herannya masih pula dibilang pilkada yang baik dan bahkan KPUD memberikan penghargaanya kepada para kontestan, kok bisa ya? Dimana hati nurani mereka. Apakah ini usaha penyangkalan dari mereka tentang hal-hal kotor yang mereka lakukan, usaha cuci tangan yang menurut saya tidak elegan dan menyakitkan, tidak heran Bapak Djarot sebagai salah satu kontestan kabarnya tidak datang di acara tersebut.

Hasil dari proses Pilkada DKI yang memakai isu SARA memang terus menerus berusaha disangkal oleh sang pemenang Pilkada, silakan disangkal tetapi bukti-bukti tidak dapat dihilangkan begitu saja. Apalagi bukti-bukti digital di dunia maya tidak akan bisa dihilangkan. Siapa yang tidak melihat video anak-anak teriak “Bunuh..Ahok, bunuh Ahok” yang viral di youtube itu, Ini bukti yang tidak bisa diabaikan begitu saja,  karena pada saat itu tidak ada yang mereka lakukan untuk  mencegah isu SARA terjadi. Tidak ada.

Bukti-bukti digital berseliweran di Internat dan tidak bisa dimusnahkan. Sumber :internet

Dengan jargon tenun kebangsaan yang seharusnya meniadakan batas-batas SARA, malah memperuncing keadaan, membuat sesuatu yang dulu tertutupi malah terbuka, bagaikan asap yang muncul dari tanah gambut, api semakin membesar karena ada angin yang menghembusnya.  Karena merasa diatas angin kaum munafikun pun melakukan hal-hal yang menunjukan siapa mereka sebenarnya, persekusi marak dilakukan, bahkan anak kecil masih abg pun mereka persekusi dengan bengis. Semakin terlihat warna mereka yang sebenarnya, bahwa mereka tega memprovokasi orang-orang yang tipis imannya, yang ingin masuk surga secara instan, karena diprovokasi bahwa masuk surga itu gampang dan instan tidak perlu berbuat baik, tidak perlu bertoleransi dan tidak perlu mempelajari ayat-ayat suci.

Kekuatan sugesti masuk surga instan pulalah yang menyebabkan hilangnya takut akan dosa saat melakukan pembakaran kepada sesame manusia, kebiadaban sebagao cara mulia untuk masuk surga, luar biasa bukan hasil provokasi mereka.

Keinginan masuk surga secara instan tanpa melakukan perbuatan baik sedikitpun, keimanan yang hanya sebatas tampilan luar,  sehingga semua yang diprovokasikan oleh para munafikun berbaju agama itu dianggap sebagai kebenaran. Kebenaran yang sebenarnya harus diuji lagi dengan hati yang lebih bersih.  Ketika orang lain yang mempunyai ilmu agama yang lebih malah dibully, dan disalah-salahkan.  Ini semua hasil dari provokasi tenung kebangsatan yang diolah para bangsat yang bertopen agama, yang membutakan rakyat jelata, yang ingin masuk surga secara instan, seolah surga bisa dibeli tanpa susah payah membersihkan diri dari kejahatan dan dosa.

Inilah kain kotor dari tenun kebangsatan yang akan dipakai oleh bangsa ini jika tidak ada kesadaran diri untuk melakukan instropeksi, dan memperbaiki kesalahan yang dibuatnya, entahlah mungkin hati telah tertutup dan para bangsat sudah mempersiapkan peralatan menenunnya untuk kain yang lebih lebar dan luas, tentu dengan dampak yang lebih parah dan lebih rusak lagi, perusakan patung-patung hanya awal dari perusakan yang lebih besar. Harusnya kita mulai waspada, dan mulai bergerak untuk mencegah para bangsat ini menenun lagi, buat saya yang bisa saya lakukan dengan membuat tulisa sederhana ini yang mungkin berguna mungkin tidak untuk menggugah anda melakukan sesuatu bagi NKRI, bagi Bhineka Tunggal Ika, agar anak cucu kita bisa merasakan indahnya negeri kita tercinta ini.

 

Selamat merenung, selamat berlibur.

#sayaIndonesia

#sayaNKRI

Share.

About Author

Animus hominis semper appetit agere aliquid. (Jiwa yang selalu ingin melakukan sesuatu)

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage